Akhir-akhir ini saya lagi sering belanja di dunia maya (eh sebenernya kapan sih enggak ya hahahahaha). Pertama kali beli ini itu di internet udah beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2007-an. Kala itu toko langganan saya ada di sebuah situs jaringan terkenal. Beli apa? Macem-macem, mulai dari baju, sepatu, tas sampe aksesori semua lengkap di butik virtual itu. Memang harganya lebih mahal 10-20 ribu kalo dibanding di toko (ini dalam hal baju yah), tapi segala kemudahan belanja online ini sungguh membutakan hati ya. Apalagi kalo udah belanja di beberapa toko online yang menyediakan fasilitas COD yang bisa bayar pake credit card atau debit card. Kan terpercaya banget gitu loh, apalagi kalo beli barang mahal sebangsa elektronik atau piranti komputer yang nota bene mahal. Rasanya pengen meluk mas-masnya dengan sukacita deh.
Itu baru yang lokal. Belum yang internasional model eBay dan Amazon. Apalagi kalo soal buku yang belom keluar-keluar di sini. Bisa kalap sungguh. Buat yang doyan tas kayak saya, eBay bagai surga dunia walau harus menyerah di bawah kurs dolar. Tapi tetep, untuk tas-tas yang rare atau udah gak diproduksi lagi, eBay memang tempatnya.
Saya perhatikan banyak banget nih temen-temen yang juga keranjingan belanja online akhir-akhir ini. Kirain udah pada pengalaman pun, ternyata banyak yang menanyakan hal yang sama berulang kali ke saya. Nah, untuk itu saya mau berbagi nih… beberapa tips belanja online dengan aman:
- Research, Research, Research
Sama seperti aturan main shopping di dunia nyata, saat shopping di dunia maya, jangan pernah masuk toko pertama trus langsung kalap di sana. Walau barang yang kita incar terpampang indah di etalasenya, make sure untuk masuk dulu ke dalam toko, liat-liat dulu, kunjungi toko yang lain dan cari apa ada yang menjual lebih murah. Apa? Males riset? Hari gini kok males? Kan bisa riset di mana-mana apalagi kalo pake Acer Iconia Tablet. Jadi gak ada alasan untuk belanja sembarangan. - Ketahui Harga Barang
Ini penting banget apalagi kalau kita mau belanja di forum-forum atau membeli barang bekas. Gunanya riset, salah satunya adalah biar kita tahu harga asli barang tersebut di toko fisik. Hal ini akan mencegah kita mudah tertipu seller-seller tak bertanggungjawab atau membayar harga yang mahal untuk sebuah barang bekas pakai. Afterall, walau katanya kondisi masih 99%, barang bekas tetap barang bekas dan seharusnya lebih murah dibanding yang baru dan masih disegel. - Jangan Takut Bertanya
Seller yang baik dan terpercaya tentunya akan bersedia menjawab pertanyaan kita sebodoh apa pun itu. Jangan ragu untuk minta foto lebih detil untuk memastikan barang yang kita beli masih tersegel atau masih dalam kondisi yang baik jika membeli barang bekas. Sekali lagi, seller yang baik biasanya takkan keberatan memberi info sedetil mungkin tentang barang dagangan mereka. - Cek Testimoni
Jangan lupa cek testimoni tentang online shop yang baru berdiri di websitenya. Biasanya ucapan-ucapan ini akan ada di guest book. Paling kece kalo ada bukti pengiriman barang berupa foto-foto resi tanda kirim. Selain cek testimoni, kalau kita udah pengalaman transaksi sama si seller dan servisnya memuaskan, jangan lupa kasih testimoni juga. Ini bagian dari etiket dan itikad baik kita menjaga hubungan baik dengan seller. Kenapa perlu begini? Karena kita gak akan pernah tau kan kapan kita memerlukan bantuan atau barang lain yang mungkin seller ini bisa membantu. - Cek-cek Rekomendasi
Jangan pula ragu bertanya pada mereka yang pernah berbelanja di online shop yang menjual barang incaran kita. Mixed reviews itu biasa, bijaklah dalam menentukan pilihan. Yang jelas, semakin banyak good reviews-nya, semakin kecil kemungkinan toko ini menipu pelanggannya. - Kenali Cara Pembayaran
Kebanyakan online shop lokal menggunakan sistem transfer ke bank via internet banking. Hal ini cukup biasa di kalangan para online shopper. Namun bagaimana dengan kartu kredit atau PayPal? Jangan malas membaca cara langkah demi langkah untuk membayar dengan metode yang ‘kurang lazim’ ini, khususnya jika sudah berani membeli barang dari online shop luar negeri. Satu lagi, jangan lupa perhitungkan pajak dan bea yang akan dikenakan untuk barang-barang tertentu. Jangan sampai barang yang dipesan jauh lebih mahal ongkos kirimnya nanti. Untuk hal yang satu ini, mending cari titipan P.O. atau purchase order. Biasanya lebih murah, dan kita nggak pusing mesti ngitung bea dan pajak karena udah diurusin sama sellernya - Baca Terms and Conditions
Banyak pelanggan toko online yang sering protes pada sellernya karena barang lama dikirim dan sebagainya. Naah, ini mungkin karena kita tak membaca terms and conditions dengan baik sebelum bertransaksi. Apalagi untuk barang-barang P.O. yang biasanya lama sampainya ke dalam negeri. Untuk barang-barang Ready Stock, biasanya jika dikirim dari kota yang sama akan memakan waktu maksimal 3 hari untuk tiba di tujuan. Coba cek dulu, dari mana pesanan kita dikirim. Karena mungkin saja ready stock, namun si seller berada di pulau yang berbeda walau sama-sama di Indonesia. - Biasakan Log Out
Jangan pernah meninggalkan komputer saat transaksi masih ‘terbuka’. Apalagi kalau memakai komputer komunal yang dipakai orang banyak (misalnya warnet atau kantor). Selalu pastikan bahwa kita sudah log out an menutup semua jendela transaksi yang masih terbuka. Jika bertransaksi dengan tablet Acer Iconia, jangan tinggalkan si tablet di mana-mana ya. Bukan apa-apa, nanti tabletnya hilang. Hihihihi
Intinya, berbelanja online walau terkesan mudah, tetap butuh perhatian khusus. Butuh pembiasaan agar kita fasih bertransaksi online, tentunya dengan aman dan nyaman. Trust me on this, I’m an online shopping veteran!
Happy shopping, people
Related Links :
Sumber: AcerID
No comments:
Post a Comment