Trend Media Sosial Tahun 2012

Media sosial adalah media baru di ranah maya yang berhasil menemukan momentumnya. Semua orang terbukti memang senang berbagi dan mendengar rekomendasi teman dan jejaringnya. Di sinilah kekuatan utama pengguna media sosial: mereka adalah raja. Siapa pun yang berhasil menebak dan mengakomodasi selera para ‘raja’ ini, akan mendulang sukses.
Kira-kira bagaimana trend penggunaan media sosial tahun depan? Dari sisi layanannya, tidak akan banyak berubah. Belum akan muncul layanan-layanan baru yang akan menggusur layanan-layanan media sosial yang sudah ada dan sedang berjaya saat ini. Namun dari sisi penggunanya, perlu dicermati: gelombang arus dan muatan informasi akan membuat para pengguna media sosial akan semakin fokus dan selektif.
Ngetweet akan makin fokus dan selektif
Melimpahnya arus dan muatan informasi di ranah Twitter akan membuat orang mulai fokus dan selektif dalam berkicau dan menyimak kicauan. “Follow your interest,” begitu pesan pengelola Twitter di situsnya. Ya, artinya orang tidak akan mengikuti sesuatu yang tidak diminatinya.Bagaimana caranya agar bisa fokus dan selektif dalam menggunakan Twitter? Pertama, orang akan semakin selektif dalam memilih ‘following’. Tweep yang asal ngetweet akan mulai ditinggalkan (di-unfollow). Kedua, penggunaan List akan menjadi alternatif yang strategis. Ini adalah pilihan yang cerdas karena kita tidak perlu mengikuti sekian banyak orang, tetapi cukup mengikuti List tertentu saja.
Facebook akan jadi semacam ‘portal’
Tentu, Facebook masih akan tetap menjadi destinasi nomer satu bagi para pengguna jejaring sosial. Namun, hanya fitur-fitur tertentu saja yang akan menjadi pilihan para penggunanya. Jadi ke depan, Facebook akan menjadi semacam ‘portal’ di masa lalu, setiap orang yang masuk ke situ hanya untuk membuka atau mencari fitur tertentu, lalu pergi. Artinya, tidak semua fitur akan digunakan.  Anda mungkin masuk ke Facebook hanya untuk main game atau menggunggah foto. Saya misalnya, login ke Facebook hanya untuk memeriksa pesan-pesan di Inbox.
Content tetap menjadi yang paling dicari
Hampir 40 juta orang Indonesia ada di Facebook, bukankah mereka semua membutuhkan content untuk dibagi dengan jejaringnya di layanan tersebut? Ya, content itu sangat penting dan mahal. Jadi tetaplah menciptakan dan memproduksi content, kawan! Caranya bisa lewat menulis dan mengumpulkan content (content curation) lalu mempublikasikannya di blog. Dari sisi platform, blogging dan content curation sudah tersedia dan mudah digunakan – coba saja WordPress, Posterous, Tumblr maupun Storify. Semuanya tersedia. Tinggal pilih.
Menikmati hiburan akan semakin sosial
Setiap orang punya selera yang berbeda, itu pasti. Tetapi, era media sosial juga membuktikan kepada kita bahwa orang juga cenderung menyukai sesuatu yang disukai oleh teman dan jejaringnya. Maka tidaklah mengherankan ketika Anda juga mulai menyukai lagu, film atau games yang dibagi oleh teman-teman Anda melalui sejumlah outlet media sosial. Jadi layanan yang makin fokus dalam mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan semacam ini akan semakin digemari.
Social commerce: Rekomendasi teman
Apa yang membuat Anda memutuskan membeli buku atau memesan hotel secara online? Testimoni teman-teman Anda, bukan? Atau paling tidak, testimoni pengguna lainnya. Jika yang Anda dapat tidak hanya rekomendasi tetapi juga diskon sehingga bisa membeli secara urunan seperti di Groupon, bukankah itu sangat menyenangkan?


Budi Putra, konsultan di sejumlah perusahaan teknologi di Singapura (salah satunya perusahaan video streaming Viki.com). Mantan Country Editor Yahoo! Indonesia. Pernah ngeblog untuk CNET Asia dan SlashPhone. Secara reguler ngeblog di BudiPutra.com.

Related Links :


Sumber: AcerID

No comments:

Post a Comment